No Image

Waralaba Indonesia Lirik Pasar Negara Tetangga

October 18, 2019 Robinson 0

Waralaba Indonesia kian melebarkan sayapnya ke luar negeri terutama negara jiran Malaysia. Benny Soetrisno, Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perdagangan menyatakan, waralaba dari tanah air sudah semakin banyak membuka franchisenya di mancanegara, tepatnya di negara-negara tetangga.

Yang terbaru adalah salah satu rumah makan Padang populer yang juga segera merintis ekspansi bisnis franchisenya ke Malaysia. Hal ini ternyata dipicu oleh antusiasme masyarakat negara terkait yang cukup tinggi akan kuliner tanah air.

Kuliner dan fashion jadi franchaise Indonesia paling populer

Lebih lanjut menurut Benny, yang menyebabkan semakin banyaknya produk kuliner Indonesia membuka franchisenya di luar negeri adalah karena kualitas produk lokal sejatinya tak kalah dengan produk luar.

Selain kuliner, waralaba tanah air berupa produk fashion juga banyak disukai, terutama busana muslim dan jilbab. Hal ini sekali lagi karena para pemilik franchise tersebut sanggup menyediakan produk yang berkualitas. Produk fashion muslim tersebut, menurut Benny, kebanyakan dieskpor ke negara timur tengah terutama Dubai.

Lebih jauh dirinya berharap bahwa pada sector wirausaha serta waralaba semakin memberikan sumbangsih pada pertumbuhan bidang investasi serta perdagangan di Indonesia. Sesuai data Kementrian Perindustrian hingga saat ini jumlah pengusaha di Indonesia masih sangat sedikit, yaitu kurang dari 4% dibandingkan jumlah penduduk. Benny berharap hal ini harus digenjot dengan kerjasama pihak-pihak terkait.

Terkait perkembangan waralaba Indonesia tersebut diungkap dalam gelaran pameran waralaba terbesar yang diselenggarakan oleh Reed Panorama Exhibitions bersama Perhimpunan Waralaba & Usensi Indonesia (WALI), serta Kamar Dagang & Industri Indonesia (KADIN). Selain pameran tersebut, di tahun 2019 ini ada tiga pameran bisnis tahunan yaitu, Retail & Solution Expo Indonesia (RSEI) dan Café & Brasserie Expo Indonesia (CBI) dan Franchise & License Expo Indonesia (FLEI).

Waralaba Indonesia kalah bersaing dengan franchise luar negeri

Di tengah kabar gembira bahwa waralaba Indonesia semakin banyak yang berekspansi ke luar negeri, sayangnya waralaba di dalam negeri justru dinilai masih kalah bersaing dengan merk franchise mancanegara.

Hal ini diungkap oleh Levita Ginting Supit, Ketua Umum WALI (Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia). Salah satu penyebabnya menurut Levita adalah perizinan oleh pemerintah yang terlalu mudah untuk waralaba asing tersebut di tanah air.

Lebih lanjut Levita menjelaskan bahwa penyebab semakin banyaknya waralaba asing tersebut beroperasi di dalam negeri adalah pajak yang termasuk ringan selain perizinan yang terlalu gampang. Sebaliknya, bagi franchise lokal justru masih dibebani pajak yang cukup memberatkan.

Inilah sebabnya franchise asing kian dominan di Indonesia, lanjut Levita, walaupun sesungguhnya produk franchise dalam negeri berkualitas yang tak kalah bagus dengan merk-merk mancanegara tersebut. Hal ini sesungguhnya senada dengan pernyataan Benny Soetrisno, Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perdagangan. Masalahnya adalah terlalu banyak regulasi dan birokrasi rumit yang harus dialami franchise dalam negeri.

Levita berharap bahwa pemerintah dapat meninjau kembali berbagai regulasi yang berkaitan dengan waralaba tersebut dan melakukan revisi. Hal ini terutama dalam memudahkan pemberian izin untuk menjadi tuan rumah di tanah air sendiri serta ekspansi pasar.

Menurut Ketua Umum WALI tersebut selama ini pengusaha waralaba sulit membuat bisnisnya berkembang karena pemerintah terlalu banyak menetapkan persyaratan, salah satunya untuk mengajukan STPW atau Surat Tanda Pendaftaran Waralaba.

Berikutnya dia juga mengharapkan pemerintah menyediakan dana khusus untuk promosi waralaba Indonesia agar lebih mudah mengembangkan bisnis hingga ke mancanegara. Levita juga berharap agar hal ini dapat direalisasikan walaupuan pemerintah tengah melakukan penghematan anggaran.