Perlu Jalan Tengah Tangani Polemic PB Djarum

Mulai tahun depan PB Djarum memastikan akan menghentikan Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis yang sebelumnya rutin diadakan untuk mencari bibit berbakat atlet bulu tangkis. Penyebabnya adalah tudingan eksploitasi anak oleh KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia) yang dialamatkan kepada PB Djarum. KPAI menganggap eksploitasi tersebut terjadi karena Djarum menggunakan anak-anak pada promosi brand image pada gelaran audisi tersebut.

DPR turut berbicara

Panasnya polemic antara PB Djarum dan KPAI membuat Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Reni Marlinawati, turut angkat bicara. Menurutnya masalah ini perlu dicarikan jalan tengah dengan membuka ruang dialog lintas sector yang berhubungan dengan pembinaan calon atlet bulu tangkis di tanah air.

Lebih lanjut Reni mengatakan konferensi pers bahwa untuk menyikapi masalah ini dibutuhkan kedewasaan. PB Djarum di satu sisi terbukti telah berkomitmen selama bertahun-tahun dalam membina atlet bulu tangkis, sementara KPAI di sisi lain adalah lembaga negara yang mempunyai kewenangan jelas berkaitan dengan perlindungan anak Indonesia.


Berikutnya Reni menjelaskan bahwa tindakan KPAI patut dimaklumi berhubungan dengan dugaan terjadinya eksploitasi anak pada aktivitas audisi calon atlet bulu tangkis tersebut. Hal ini mengingat jumlah anak Indonesia yang mengalami  paparan rokok juga berada pada angka yang cukup tinggi. Ini sesuai dengan survey yang digelar lembaga Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) di tahun 2018. Terjadi peningkatan anak-anak yang merokok pada usia mulai 10-18 tahun, yakni berjumlah 3.9 juta.

Reni juga berpendapat bahwa KPAI ada benarnya juga karena trend peningkatan perokok usia anak-anak ini harus mendapat perhatian para pihak yang berwenang.

Meski demikian upaya pihak-pihak yang berpartisipasi untuk memajukan olahraga di tanah air sepatutnya juga memperoleh apresiasi serta dorongan. Inilah sebabnya diperlukan diskusi lebih lanjut antara perspektif pembinaan olahraga dengan kepentingan promosi yang komersil. Pemerintah juga tak menampik bahwa pihak swasta yang memberi dukungan dalam olahraga juga mempunyai segi komersil, yaitu brand awareness dan promosi kepada masyarakat.

Selanjutnya, politisi PPP ini mengingatkan pihak swasta bahwa misi komersil terkait kegiatan olahraga seharusnya melihat pula dari kepentingan serta koridor umum. Peringatan dari KPAI ini layaknya diposisikan pada sudut pandang yang luas, holistic, serta komprehensif.

Reni juga menyayangkan sikap kementrian yang tampak tak memberikan tanggapan berarti sejak awal kasus ini muncul dan memanas. Idealnya, menurut Reni Kementrian dan Perlindungan anak serta Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dapat duduk bersama dan berkontribusi dalam penyelesaian polemic ini dengan memberikan jalan tengah.

Daftar para atlet bulu tangkis alumni PB Djarum yang mengharumkan  nama Indonesia

Walaupun terjerat konflik dengan KPAI memang diakui bahwa PB Djarum merupakan salah satu klub bulu tangkis terbaik di negeri ini. Dapat dibilang lebih dari separuh penghuni pelatnas adalah anak didik ari PB Djarum. Tak sedikit pahlawan yang lahir lewat pembinaan dari klub yang berbasis di kota Kudus, Jawa Tengah ini.  Siapa saja mereka? Berikut ini daftarnya.

1. Liem Swie King – Legenda bulu tangkis Indonesia ini sukses meraih beragam gelar bergengsi, antara lain 3 kali juara All England dan 3 kali juara Thomas Cup.


2. Alan Budi Kusuma – Suami dari Susi Susanti meraih prestasi terbesarnya saat berhasil medali emas Olimpiade di tahun 1992.

 
3. Tontowi Ahmad
–Bersama sang partner Liliana Natsir, Tontowi sukses meraih medali emas Olimpiade Rio de Jeneiro 2016.

 
4. Kevin Sanjaya Sukamuljo
– Pebulutakngkis muda ini sukses mengukir namanya sebagai pemain ganda putra terbaik tingkat dunia.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*